1. Ikhlas karena Allah, berdasarkan sabda Nabi :
إنما
الأعمال
بالنيات
وإنما
لكل
إمرئ
ما
نوى
“Setiap
amal ibadah harus diserta niat dan bagi
setiap seorang tergantung apa yang diniatkannya.”
2. ittiba’ (mengikuti Nabi), berdasarkan sabda
Nabi :
من
أحدث
في
أمرنا
هذا
ما
ليس
منه
فهو
رد
“Barangsiapa
yang menciptakan dalam perkara kami ini yang bukan merupakan bagian darinya,
maka ia ditolak.“
Seorang muslim yang
melaksanakan puasa wajib menjaga dua syarat ini yang dengannya terealisasi
puasanya.
Dan perlu
diperhatikan. Puasa jangan asal-asalan,
kan sayang kita udah menahan hawa nafsu dan lapar seharian tapi gak diterima. Sebab itu kita harus memerhatikan rukun-rukun, larangan, adap dalam puasa.
Yaitu sebagai berikut:
·
Rukun-rukun puasa:
1. niat
2. menahan diri dari yang
membatalkan
3. waktunya
yaitu dari sejak terbit matahari hingga tenggelamnya
4. orang yang puasa yaitu
seorang muslim yang baligh berakal, yang mampu melaksanakan puasa lagi tidak
ada halangan.
·
Hal-hal yang membatalkan puasa:
1. Jima’
(berhubungan suami istri) di siang di bulan Ramadhan.
2. Mengeluarkan mani secara
sengaja.
3. Makan
dan minum secara sengaja.
4. Yang sama seperti makan
dan minum, seperti suntikan infus dan darah.
5. Berbekam
(bila dirasa dapat menyebabkan kondisi tubuh jadi lemah).
6. Muntah secara sengaja.
7. Keluar
darah haid dan nifas.
·
Hal-hal yang dimakruhkan
dalam puasa
1. Terlalu
berlebihan dalam berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung saat
berwudhu’.
2. Menyambung puasa.
3. Mengumpulkan
air liur dan menelannya.
4. Marah-marah
·
Adab-adab puasa yang
wajib
2. Menjauhi ghibah
(mengupat).
3. Menjauhi
namimah (mengadu domba).
4. Menjauhi
menipu dalam transaksi.
·
Adab-adab puasa yang
dianjurkan/disunnahkan
1. Menunda
sahur dan menyegerakan berbuka.
2. Menahan lisan dari perkataan sia-sia dan tidak berguna.
3. Membukakan
orang yang puasa.
Created By: Sekar Nailah K.
Sunday, 11th November 2012





No comments:
Post a Comment